Bunuh Diri, Bugil, Rela Diperkosa, Remas Payudara Demi Prabowo
masagung
1:45 AM
4
Nazar merupakan janji yang ditujukan kepada diri sendiri, hendak (dengan tekad serta niat yang kuat dan penuh kesadaran, (akan) berbuat sesuatu jika maksud tercapai; berbernazar adalah berjanji (bahkan bersumpah dengan penuh kesadaran tinggi) akan berbuat sesuatu jika maksud tercapai; mengucapkan nazar; mempunyai janji yang harus ditepati, tidak ada alasan untuk menginkarinya.
Dengan demikian, jika seseorang
bernazar, maka ia dengan sadar atau tidak, berupaya dengan sekuat
tenaga, bahkan dengan bantuan orang lain,jika apa yang dinazarkan itu
tergenapi, maka haru dilaksanakan.
Nazar ataupun bernazar, bukan saja milik
dan dilakukan oleh orang-orang bersahaja, sederhana, namun juga mereka
ada di srata atas; nazar ataupun bernazar, dengan bahasa yang berbeda,
bisa dilakukan oleh semua orang dari segala lapisan sosial dan latar
belakang, serta berbagai situasi serta kondisi, termasuk kegiatan atau
ada hubungannya dengan politik.
Agaknya, nazar dan bernazar dalam
hubungannya dengan (pilihan) sikon politiknya tersebut itulah, yang
menjadi bahan diskusi menarik di media sosial. Bayangkan saja, hanya
karena menolak Jokowi atau tidak mau ia menjadi Presiden RI, maka mereka
bernzar; dan nazar itu tidak main-main, dan cukup ekstrim. Ok lah,
mereka, punya hak dan kebebabasan, yang bernazar; tak ada orang boleh
melarangnya.
Oleh sebab itu, mereka yang bernazar,
maka harusnya menepatinya; karena nazar tersebut adalah janji kepada
dirinya sendiri, didengar-diketahui orang banyak, dan Sang Maha Tinggi
dan Maha Tahu.
Kini, Jokowi-JK telah memenangkan hasil Pemilihan Presiden; dan jika tak ada kejadian yang sangat ekstrim, misalnya kematian, maka tinggal sesaat laigi, mereka akan dilantik menjadi Presiden serta Wakil Presiden RI.
Lalu, siapa kah yang akan membayar
Nazarnya, karena telah bernazar!? Menurut catatan saya, maka inilah
orang-orang hebat yang harus membayar nazar mereka; merek antara lain.
Prof Dr. H. Amin Rais, sahabat kita yang satu ini, diriku sudah tak pernah berjumpa dengannya sejak dinginnya kepanasan gejolak reformasi, ia harus jalan kaki Jakarta-Jogja. Entah dari mana memulainya, yang penting terlaksana.
Ahmad Dhani, ini juga orang hebad didalam komunitasnya; musisi yang satu ini harus rela dan berani memotong Si Itu-nya.
Putri Rhoma Irama, lupa, entah siapa namanya, akan pindah ke negara Antah Berantah.
Selain mereka ada juga seperti ini di
bawah ini, lihat image. Ini merupakan nazar - bernazar dalam keadaan
sehat atau sementara mengalami gangguan kejiwaan. Bayangkan saja, demi
penolakan terhadap Jokowi-JK, maka- rela diperkosa ramai-ramai- bugil
keliling Jakarta- bunuh diri massal- gantung diri



Nah … mari kita menati orang-orang sakit jiwa itu melaksanakan nazarnya
Nah, kira-kira mereka mau laksanakan atau tidak!?
FOLLOW
klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di emma$-agung
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan
kasian bgt mrk
ReplyDeletegitu lh kl orng sok duluan, ambisi.
Deletesgl cr dilakukan untuk cr kmngngn
kasian bgt
Deletemampus aje itu semua
ReplyDelete